keputusan yg berat

Kategori: curhat | Date post : 24 February 2005

Berpisah…
keputusan ini awalnya mungkin hanya emosi sesaat..tapi lama kelamaan menjadi sebuah keinginan yg amat sangat.

entahlah…
perbedaan-perbedaan kecil itu lama kelaman memang menghadirkan sebuah solusi, dengan kesabaran diantara kita utk tidak saling menang sendiri akhirnya..Allah memberikan solusi :)

Indah…..yg ada sekarang hanya INDAH :)

tapi……tetap keinginan dihati ini utk berpisah dari kalian makin kuat, wallahu’alam
beberapakali ungkapan ini aku utarakan kesalahsatu dari kalian tetapi selalu pupus..hilang ditelan angin, karena ketika itu yg ada hanya….LAPANG DADA, SABAR dan akhirnya keputusan mundur hilang

jujur……. ini adalah keputusan berat
dilain pihak aku ingin berdakwah bersama kalian…mewarnai saudara-saudara yg kita sayangi karena Allah agar mereka bisa merasakan apa yang kita rasakan hari ini, tapi dilain pihak…aku bercermin dan melihat diriku tidak pantas berdampingan dengan kalian…menemani kalian dalam syuro-syuro….berat aku lakukan.
karena aku perempuan sendirian.

mungkin menurut kalian aku terlalu kaku ….tapi entahlah…
hati ini ga mau diajak kompromi….!!!

afwan….
akhirnya keputusan ini harus aku ambil….aku keluar dari tanzhim, toh salah satu dari kita berkata bahwa kalian bisa berdua sajakan??? *hehehe

sekarang hati aku lega…….bukan lega karena aku menolak amanah dakwah yg harusnya aku pikul….minimal aku lega bahwa tanpa aku, kalian bisa beraktivitas seperti biasa bahkan jauh lebih baik. PASTI!!

aku tetap menemani kalian….tapi dari luar :)
klo kalian butuh sesuatu…..aku siap bantu InsyaAllah

aku yakin..Allah pasti mempunyai rencana yg jauh lebih baik buat kita

sudahkah aku menjadi orang yg bersyukur ?

Kategori: General, Pengetahuan | Date post : 14 February 2005

Kemarin dalam sebuah majalah Islam yg baru saja aku beli ada kisah nyata seorang laki-laki bernama ricky…
dia adalah seorang laki-laki berusia sekitar 27 tahun yg seluruh bagian tubuhnya lumpuh total kecuali kepala, sebenarnya pak ricky awalnya adalah seorang anak yg normal…tapi pada suatu hari kakinya merasakan nyeri dan pada hari-hari berikutnya nyerinya mulai terasa sampai pinggang dan akhirnya tidak lama kemudian dia mengalami kelumpuhan, dan setelah itu lama kelamaan kelumpuhan itu menjalar sampai tangan dan pundaknya dan akhirnya dia sekarang hanya bisa berbaring ditempat tidur karena tidak bisa mengerakkan seluruh tubuhnya kecuali kepalanya. Dan cerita tidak berakhir disitu saja….hari demi hari dia lalui tanpa lupa bersyukur dengan nikmat yg Allah berikan…yaitu kesempatan hidup, kesempatan untuk bisa bersabar dengan segala yang Allah tentukan, kesempatan untuk bisa membahagiakan ibunya yg selama ini sudah membesarkannya………diantara berjuta susah, beribu keluh dan kesah masih ada harapan…harapan bahwa suatu saat nanti Allah akan memberikan dia tempat yg terbaik bersama ibunya dan orang-orang yg ia sayangi.

Maka dalam sakitnya ia terus berdzikir, melafadzkan asma-asma Allah untuk selalu mengingat kebesaranNya dimanapun,kapanpun….

Kemudian beberapa hari yg lalu aku juga melihat sebuah berita di televisi tentang seorang Ibu yang terkena demam selama 1 minggu! diindikasi bahwa ibu tersebut terkena demam berdarah, penyakit yg ditakuti oleh beberapa orang minggu-minggu terakhir ini karena penyakit ini sudah menelan beberapa korban. Ibu ini tahu bahwa dirinya kemungkinan besar mengidap penyakit ini…tau sekali, tapi apa yg menahan dirinya untuk tidak segera pergi kerumah sakit????? BIAYA….iya, dia tidak mampu membayar biaya rumah sakit karena suaminya hanya seorang BURUH yang seharinya hanya mendapat upah Rp.15000, untuk makan saja susah apalagi untuk berobat????akhirnya dia minta dispensasi kepada rumah sakit pemerintah karena dia tidak punya biaya.

dan aku bertanya pada diriku….aku juga digaji kurang lebih seperti itu tapi aku bekerja di ruang ber AC, bisa santai ga perlu angkat barang berad….dan kadang (ahhhh) aku malu menceritakannya…..Astaghfirullah al adzhim…

Kemarin disalah satu tayangan televisi ada seorang ibu penjual daging asap yang tiap hari harus bekerja di area amis, karena bergaul dengan ikan-ikan segar yg kemudian harus diolah terlebih dahulu agar bisa dijual dan dikonsumsi orang banyak. Tempat kumuh itu menjadi tempat singgah beliau tiap hari. Kemudian berjualan berkeliling kota agar bisa mendapat uang. Uang yg tidak seberapa itu dibuat beliau untuk menghidupi 4 orang anak dan suami yg kadang bekerja, kadang tidak. Tapi ternyata menjadi miskin tidak membuatnya berhenti untuk membantu orang lain, menafkahkan sebagian harta yang Allah amanahkan untuk orang yg membutuhkan….buktinya beliau mau membeli sebungkus ikan asin dari seorang pedagang yang anaknya sakit tipes dengan harga 10 ribu…..beliau memberikan saja uang yg beliau cari dengan peluh keringat dan tenaga itu untuk orang yang tidak pernah beliau kenal.

ya Rabb….dengan segala kelapangan yang hamba miliki dengan segala nikmat yg sudah hamba dapat dan rasakan, kesempatan hidup hari ini yang hamba dapatkan….sudahkan hamba menjadi orang yg bersyukur???

astaghfirullah Al Adzhim…..

kenapa harus saling menyakiti??

Kategori: curhat | Date post : 1 February 2005

Tepatnya baru kemarin aku mendapat tausiyah dari sebuah kajian muslimah onlen yg bertemakan “Indahnya persaudaraan Islam”, begitu banyak uraian hadist indah yang sering kudengar dan aku tidak pernah bosan mendengarnya berulang dan berulang……karena setiap baitnya bermakna sangat indah…

akan aku kutipkan sedikit kajian yg aku dengar itu ya….

Memenuhi hak sesama muslim dibagi menjadi 2, hak umum dan hak khusus.
Hak umum: Dikenal melalui hadist yg bersumber dr Abu Hurairah, Rasulullah berkata: “Hak muslim atas muslim lainnya ada 6: menjawab salam, menghadiri undangan, memberi nasehat, mendoakannya bila bersin, menjenguknya bila sakit, dan mengantarkan jenazahnya” (HR Muslim)

sedangkan yg meliputi hak khusus adalah :
- berinteraksi dlm segala hal Mestinya, saudara sesama muslim kita jadikan teman dlm meniti kehidupan beragama kita. Teman dalam suka dan duka, ada rasa saling memiliki dan memahami. Bahkan berusaha unk mementingkan urusan saudaranya dr urusannya sendiri sbg wujud pengorbanan tulus untuk membahagiakan saudaranya.
- menutup aib Aib saudara sesama muslim wajib disimpan demi menjaga kehormatannya. Ini akan terwujud jk ada kesadaran bahwa aib saudaranya seakan2 aibnya sendiri. Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yg lain, kecuali Allah menutupi keburukannya pada hari kiamat” (HR Muslim)

indah sekali bukan kutipan hadist diatas?????
aku membacanya berulang dan berulang dan setiapkali aku baca yang timbul adalah rasa cintaku pada Allah, Rosul dan saudara-saudaraku yang istiqamah dijalan Islam…

hingga hari ini…
ada seorang saudara yang aku percaya ternyata malah membicarakan ttg kejelekanku dibelakangku, sakit, kecewa, sedih dan berbagai ungkapan yg tidak bisa aku lukiskan ada dibenakku ketika mengetahui hal ini. Kenapa sebagai saudara dia tidak mengungkapkan ketidaksukaannya dihadapanku???? Apakah mungkin ada haknya sebagai saudara yg tidak aku penuhi???

aku salah apa???aku ga pernah menyakiti dia??lalu kenapa dia menyakiti hati aku??

“afwan…..” terucap dari lisannya begitu mudah…..mengalir begitu cepat menyelusuri rongga dadaku yang masih sesak.

kenapa kalimat itu harus diucapkan setelah luka itu hadir dihatiku ???
aku ini manusia biasa yang punya banyak kekurangan…..tidak mampukah dirimu menerima aku apaadanya??
tidak siapkah dirimu menerima segala kelemahan yg ada didalam diriku?pikirku…masih dengan menahan segala emosi yang meledak-ledak

tapi aku memutuskan diam….aku ambil air wudhu dan shalat….
aku cuma bisa menangis dan berdoa….semoga Allah mengampuni hamba yang tidak sempurna ini..mengampuni hamba yang dzholim ini, mengampuni mereka yang bersuudzhon dan memberikan limpahan nikmatNya pada mereka….

kenapa kita harus saling menyakiti???

koreksi..koreksi

Kategori: General | Date post : 17 January 2005

2 Minggu emang dah berlalu semenjak ujian akhir semester mahasiswa kampusku tapi tumpukan berkas soal plus jawaban yang harus aku periksa lembar demi lembar baru selesai hari ini.

alhamdullilah, akhirnya beres juga….
setelah perjuangan panjang dan melelahkan, setelah mengerahkan kekuatan massa maksudnya all my family membantu termasuk adikku yang katanya mau bantuin agar dapet uang saku tambahan (uh……dasar) dan ibuku yang kasian meliat aku mengerjakan koreksian sebanyak 15 kelas itu. akhirnya kebagian itung2 total doangan….(makasih ibu) dan sekarang aku masih kebagian pusing karena harus mengkatrol nilai-nilai mahasiswa yg jeblok alias jelek.

Duh…..pusiiinngggg!!!
liat-liat nilai midtest plus tugas trus liat nilai uas, kok jomplang banget ni! tugas ga ngerjain, midtes nilainya pas-pasan tapi anaknya kayanya rajin, kok uasnya ga bisa bahkan salah semua alhasil dapet nilai ‘kasih sayang’ deh. UGHHHH….GEMES!! pingin ga lulusin kasian orang tuanya, moso bayar mahal-mahal tapi anaknya ga lulus si, tapi kalo ga dilulusin kebangetan banget anaknya…..emangnya ga belajar apa????pikirku.

kayanya dulu waktu jadi mahasiswa ga begitu banget deh (mulai…nyama-nyamain ama aku yg dulu)

aduh…..dosa deh aku, nyesek juga ni dada….kayanya suliiiiiiiiitttttt banget bernafas, sepertinya aku ga bisa jadi orang yang adil ya???

gimana dong Allah???what can i do????i just want the best for all of my student!! but??

hati kecilku masih terus bertengkar…mempertengkarkan tindakan-tindakan yang aku lakukan. walau akhirnya beberapa mahasiswa terpaksa aku tidak luluskan juga karena amat sangat tidak bisa dibantu….tapi itu kulakukan sambil menutup mata dan yang jelas dengan amat sangat menyesal…..

bingung?

Kategori: General | Date post : 14 January 2005

dari kemarin setelah meluncurkan artikel “ketika ikhwah jatuh cinta” kok banyak dapet tangepan dari teman-teman ya???mulai dari milis sampe dari teman-teman yg udah mampir kesini :)
seneng juga si….ada yg pro dan ada yg kontra, lucunya dan yang membuat aku bingung kenapa klo membahas masalah cinta pasti deh pada komplen????ada apa si dengan cinta????kenapa????apa tabu??? *takut-takut butuh*

bukankah dari segala sisi kehidupan kita selalu penuh dengan cinta???Hmmmmm

artikel ini dimasukkan keweblog ini sebenernya dengan tujuan ga lebih dari mengingatkan kepada all ikhwah diseluruh dunia bahwa kita harus berhati-hati dengan syahwat yg satu ini. Tapi mungkin tidak terbaca dengan sempurna ya???

yah..ga papa deh klo dibilang sedang jatuh cinta…..emang tiap hari makin jatuh cinta sama Allah, Rosul dan berjihad dijalannya dan juga sama keluarga dirumah :)

*thanks for all my friend who teach me the real love*

bagaimana kabarmu palestina?

Kategori: General | Date post : 12 January 2005

anak palestine

ketika bangsa kami tertimpa silih bergantinya cobaan
ketika tentara jahat dikirim menteror kehidupan dan tanah air terpanggang dipemangganan
ketika orang - orang keluar diusir dari kemahnya kebaikan apakah wahai dunia kalau terus begini dan kenapa diam pada waktu bicara

tgl 10 januari 2005, negara palestine mengadakan pemilu untuk memilih pemimpin baru, menggantikan Presiden Yasser Arafat, sebuah perjuangan yg panjang dan melelahkan. Bagaimana tidak, pada hari yang bersejarah ini pasukan-pasukan Israel malah menduduki sebagian wilayah palestine dan memborder wilayah tersebut sehingga sulit bagi panitia pemilu utk memasukkan kertas suara kebeberapa desa yg dikuasai mereka. ya….lagi-lagi kaum yahudi itu melanggar janji mereka bahwa mereka tidak akan mengganggu pemilu diPalestina, dan apakan Dunia tahu???

Hari ini seluruh Dunia disibukkan dengan musibah Tsunami yang memakan banyak korban dan seluruh media yang ada diseluruh Dunia memfokuskan informasi mereka kepada para korban dan bantuan-bantuan internasional yg rencananya akan diberikan kepada negara-negara korban Tsunami. Dan mungkin tidak banyak orang yg tahu bahwa tgl 11 januari 2005 secara resmi Mahmoud Abbas memenangkan pemilu dengan perolehan suara sampai 95 persen, tokoh yang terkenal moderat ini mendapat ucapan selamat dari ariel sharon atas terpilihnya beliau sebagai pemenang pemilu, entah ada apa gerangan dengan pemimpin baru ini???? tapi yg jelas ia mendapat tanggapan yg lumayan lembut dari musuh umat muslim itu. Padahal ketika beliau masih menjadi kandidat, beliau pernah mengungkapkan kekesalannya pada faksi-faksi di Palestina dan menyerukan kembali agar Intifada di ‘demiliterisasi’. Ia juga mengkritik bahwa serangan roket ke pemukiman Israel sebagai tindakan yang kontraproduktif.

astaghfirullah al adzhim……kutarik nafas panjang dan berat, ya Rahman…ya Rahim sepertinya perjuangan rakyat palestine akan terasa lebih panjang dan berat. Berikan mereka kekuatan ya Allah…..

ketika diri ini kadang terlalaikan dengan indahnya dunia, lapangnya kehidupan namun disetiap desah nafas tak pernah berhenti melafaldzkan sebait do’a untukmu saudaraku..

Ketika Ikhwah Jatuh Cinta

Kategori: Tausiyah | Date post : 10 January 2005

Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya.”Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung.” Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana.”

mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.” Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.” sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

“Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “ana akan ajak bicara langsung akh fulan”

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”

Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????” Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial. ” Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan.”

Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?
Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri..”

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik ‘asing’ dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan ‘misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’ masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.

Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.
jadi…sudah beradi jatuh cinta…??
wallahu’alam

diambil dari majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M

Teman adalah hadiah dari Allah untuk kita

Kategori: General | Date post : 7 January 2005

Indahnya ukhuwah
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan isinya jelek, yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, Kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita, menghibur, menangis bersama dan tertawa bersama Kita mencintai dia dan dia mencintai kita

Yang isinya buruk punya jiwa yang luka, begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi untuk mencintai. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, Kesombongan dan amarah. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa seperti ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka semua pada dasarnya buruk, Tetapi ketidakmampuan jiwa memberikan cinta justru karena ia membutuhkan cinta kita, empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya

Bagaimana mengharapkan seseorang yang terluka lutunya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak orang yang takut air untuk berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutannya terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau lari dan berenang bersama kita

Mereka tidak akan bilang bahwa lutut mereka luka atau mereka takut air, Mereka akan bilang kalau mereka tidak suka lari atau berenang itu membosankan sama seperti mereka tidak bilang “Aku membutuhkan kamu” tapi mereka akan berkata “Tidak ada yang cocok denganku”, Tidak akan bilang “Aku kesepian” tapi berkata “teman-temanku sudah lulus semua”, Tidak akan bilang “Aku butuh diterima”, tapi berkata “Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku”, Tidak akan bilang “Aku ingin didengarkan” tapi berkata “Kisah hidupku membosankan”, Itulah cara mereka mempertahankan diri

Teman adalah hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau bungkusnya jelek, entah isinya bagus atau isinya jelek. Jangan tertipu oleh kemasan Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita akan tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita….

dari sebuah milis
—————————————
saat diri ini mulai belajar memahami, mengerti orang lain. Bantu ana untuk memahami kalian dengan baik agar tidak ada lagi suudzhon diantara kita…. :)

Renungan

Kategori: Tausiyah | Date post : 6 January 2005

sibuk...sibuk.....deadline!!
Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”

“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.

“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.

“Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong, jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka, jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja, Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah, Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah, Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2
di dunia ini.”

“Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”

“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”.”Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.

“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”

“Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.

“Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”

“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”

“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.”

“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.

“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah, dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”

“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL, RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA, dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”

“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”

“ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!”

sumber : www.myquran.com

Makna kata Ukhuwah sebenernya….

Kategori: Tausiyah | Date post : 27 December 2004

berjalan menyusuri gelapnya malam untuk mencari secercah cahayaMu
Musim semi kini telah tiba
Bunga-bunga bermekaran
Di sepanjang jalan warna berganti
Segar asri berseri … dihati …

“Aku ingin keluar dari jamaah ini!”, sepotong kalimat terlontar dari seorang ikhwah. Bukan untuk yang pertama kali, namun sudah tak terhingga kalimat ini mengiang di telinga kita. Bukan pula yang terakhir kali, karena inilah sunatudda’wah. Pernyataan ini senantiasa membekas di setiap zaman, di setiap
episode dakwah, dari zaman kenabian sampai hari kiamat.

“Silahkan akhi….silahkan ukhti….”, jawab seorang ikhwah menimpali.Beberapa dari kita mempersilahkan kepergian saudara dari barisan ini dengan sikap biasa-biasa. Sikap yang lahir dari pemahaman bahwa hal ini merupakan sunnah dakwah, bahwa akan selalu lahir ikhwah-ikhwah baru, mujahid-mujahid baru, bahwa Islam akan tetap terpelihara sehingga tidak pantas barisan ini merengek-rengek demi menahan kepergian seseorang, bahwa seleksi alamiah berlaku untuk membersihkan orang-orang yang barangkali memang kurang pantas mengemban amanah ini. Sikap ini tidak salah, banyak yang menerapkan dengan apa adanya, maka akhirnya tidak sedikitlah yang benar-benar mundur dari barisan ini

Saat kita bersemangat, memiliki level iman yang stabil atau sedikit lebih baik, kita seolah-olah melihat saudara kita pun seperti kita. Menerapkan standar stabilitas keimanan kita kepada saudara-saudara kita, atau bahkan adik (ikhwah baru) kita. Maka, ketika kondisi saudara kita tidak stabil, sedang mengalami fluktuasi iman, futur, kita pun menganggapnya sebagai kader manja. Kita melihatnya dengan perspektif berbeda dengan apa yang dirasakannya atau yang dibutuhkannya. Kita yang stabil memaksa agar ia bisa survival bertahan di garis keimanan. Sehingga kita tidak merasa terlalu perlu untuk memberinya nasihat, atau motivasi-motivasi keimanan. Sementara betapa ia butuh sentuhan-sentuhan perhatian kita.

Kita berpikir bahwa suatu saat, kita akan hidup sendiri tanpa seorang ikhwah yang menemani di suatu daerah. Sehingga kita mengira bahwa kita harus bersiap-siap untuk hal tersebut. Maka ketika ada seorang yang futur, kita bersikap seolah-olah tidak peduli padanya. Dan ketika dia benar-benar mengucapkan, “selamat tinggal”, kita menyalahkannya atas kelemahannya. Kita menyelamatkan diri atas kesalahan dari futurnya saudara, dengan hiburan-hiburan bahwa ini adalah sunatuddakwah.

Tidak sedikit kisah-kisah futurnya ikhwah dari barisan ini setelah tarbiyah bertahun-tahun. Bukan hal yang mengejutkan memang, ulama bahkan ada yang murtad, berganti haluan, ustadz pun ada yang terjatuh, saat tergiur dengan indahnya dunia. Kehilangan seorang yang telah memiliki kepahaman dan mobilitas dakwah yang tinggi, apakah bisa diganti dengan masuknya 50 orang baru dalam barisan ini, tanpa kepahaman dan aksi dakwah yang mapan?Lepasnya seorang kader produktif apakah bisa ditutupi dengan hiburan bahwa 50 baru orang yang baru-baru mengikuti daurah tahap awal, dengan produktifitas dakwah yang masih nol?

Saudaraku, apakah orang yang baru tarbiyah 1 atau 5 tahun telah bisa menyamai kepribadian Ka’ab bin Malik ra?Nilai keimanan memang tidak bisa diukur dengan lamanya tarbiyah, namun kita bisa melihat secara umum
bagaimana kondisi keimanannya dengan parameter usia interaksinya dengan dakwah. Apakah kita akan menyikapi seorang yang baru setahun liqo dengan sikapnya Musa As. kepada Harun As. Saat beliau menarik jenggot saudaranya?Atau kita mencoba mengikuti marahnya Abu Bakar ra. Kepada Umar ra yang memilih jalur ‘lembut’ dalam menyikapi Musailamah dan orang-orang yang menolak zakat?Sekeras itukah kita berperilaku terhadap seorang ikhwah.

Dimana senyummu saat pertama bertemu bersama dalam dakwah ini, dimana pelukmu seperti kepada adik-adikmu yang baru masuk dalam aksi tarbiyah? Kunjungilah saudaramu, ketika lama ia tidak menyapamu, smslah ia saat sang adik tidak pernah muncul-muncul dalam pertemuan keimanan. Datangilah mereka
yang lemah, mereka yang manja, tularkan petuah-petuah juangmu. Apakah benar sudah saatnya mereka survival dalam menjaga stablitas keimanananya?Tidak, tidak ya akhi, cukuplah derai airmata ini, cukuplah kesedihan hilangnya seorang ikhwah ‘berhenti’ sampai disini, dekaplah dan tahanlah mereka yang hendak pergi.

Kuntum bunga boleh layu, namun rekahnya bunga-bunga mujahid harus terjaga tetap hadir di sebuah kebun…

Dunia ibarat sebuah terminal
Hanya tempat persinggahan
Bersabarlah hadapi ujian
Tak kan lama kan tinggal …
(Suara Persaudaraan)

Kendari, 23 Des 04, mengenang kepergian saudara-saudariku ….
Buat Arul, kalo ane futur, nt boleh pake cara Kepanduan, pukul aja
dech….n_n…miss u all…

dari sebuah milis