keputusan yg berat

Kategori: curhat | Date post : 24 February 2005

Berpisah…
keputusan ini awalnya mungkin hanya emosi sesaat..tapi lama kelamaan menjadi sebuah keinginan yg amat sangat.

entahlah…
perbedaan-perbedaan kecil itu lama kelaman memang menghadirkan sebuah solusi, dengan kesabaran diantara kita utk tidak saling menang sendiri akhirnya..Allah memberikan solusi :)

Indah…..yg ada sekarang hanya INDAH :)

tapi……tetap keinginan dihati ini utk berpisah dari kalian makin kuat, wallahu’alam
beberapakali ungkapan ini aku utarakan kesalahsatu dari kalian tetapi selalu pupus..hilang ditelan angin, karena ketika itu yg ada hanya….LAPANG DADA, SABAR dan akhirnya keputusan mundur hilang

jujur……. ini adalah keputusan berat
dilain pihak aku ingin berdakwah bersama kalian…mewarnai saudara-saudara yg kita sayangi karena Allah agar mereka bisa merasakan apa yang kita rasakan hari ini, tapi dilain pihak…aku bercermin dan melihat diriku tidak pantas berdampingan dengan kalian…menemani kalian dalam syuro-syuro….berat aku lakukan.
karena aku perempuan sendirian.

mungkin menurut kalian aku terlalu kaku ….tapi entahlah…
hati ini ga mau diajak kompromi….!!!

afwan….
akhirnya keputusan ini harus aku ambil….aku keluar dari tanzhim, toh salah satu dari kita berkata bahwa kalian bisa berdua sajakan??? *hehehe

sekarang hati aku lega…….bukan lega karena aku menolak amanah dakwah yg harusnya aku pikul….minimal aku lega bahwa tanpa aku, kalian bisa beraktivitas seperti biasa bahkan jauh lebih baik. PASTI!!

aku tetap menemani kalian….tapi dari luar :)
klo kalian butuh sesuatu…..aku siap bantu InsyaAllah

aku yakin..Allah pasti mempunyai rencana yg jauh lebih baik buat kita

sudahkah aku menjadi orang yg bersyukur ?

Kategori: General, Pengetahuan | Date post : 14 February 2005

Kemarin dalam sebuah majalah Islam yg baru saja aku beli ada kisah nyata seorang laki-laki bernama ricky…
dia adalah seorang laki-laki berusia sekitar 27 tahun yg seluruh bagian tubuhnya lumpuh total kecuali kepala, sebenarnya pak ricky awalnya adalah seorang anak yg normal…tapi pada suatu hari kakinya merasakan nyeri dan pada hari-hari berikutnya nyerinya mulai terasa sampai pinggang dan akhirnya tidak lama kemudian dia mengalami kelumpuhan, dan setelah itu lama kelamaan kelumpuhan itu menjalar sampai tangan dan pundaknya dan akhirnya dia sekarang hanya bisa berbaring ditempat tidur karena tidak bisa mengerakkan seluruh tubuhnya kecuali kepalanya. Dan cerita tidak berakhir disitu saja….hari demi hari dia lalui tanpa lupa bersyukur dengan nikmat yg Allah berikan…yaitu kesempatan hidup, kesempatan untuk bisa bersabar dengan segala yang Allah tentukan, kesempatan untuk bisa membahagiakan ibunya yg selama ini sudah membesarkannya………diantara berjuta susah, beribu keluh dan kesah masih ada harapan…harapan bahwa suatu saat nanti Allah akan memberikan dia tempat yg terbaik bersama ibunya dan orang-orang yg ia sayangi.

Maka dalam sakitnya ia terus berdzikir, melafadzkan asma-asma Allah untuk selalu mengingat kebesaranNya dimanapun,kapanpun….

Kemudian beberapa hari yg lalu aku juga melihat sebuah berita di televisi tentang seorang Ibu yang terkena demam selama 1 minggu! diindikasi bahwa ibu tersebut terkena demam berdarah, penyakit yg ditakuti oleh beberapa orang minggu-minggu terakhir ini karena penyakit ini sudah menelan beberapa korban. Ibu ini tahu bahwa dirinya kemungkinan besar mengidap penyakit ini…tau sekali, tapi apa yg menahan dirinya untuk tidak segera pergi kerumah sakit????? BIAYA….iya, dia tidak mampu membayar biaya rumah sakit karena suaminya hanya seorang BURUH yang seharinya hanya mendapat upah Rp.15000, untuk makan saja susah apalagi untuk berobat????akhirnya dia minta dispensasi kepada rumah sakit pemerintah karena dia tidak punya biaya.

dan aku bertanya pada diriku….aku juga digaji kurang lebih seperti itu tapi aku bekerja di ruang ber AC, bisa santai ga perlu angkat barang berad….dan kadang (ahhhh) aku malu menceritakannya…..Astaghfirullah al adzhim…

Kemarin disalah satu tayangan televisi ada seorang ibu penjual daging asap yang tiap hari harus bekerja di area amis, karena bergaul dengan ikan-ikan segar yg kemudian harus diolah terlebih dahulu agar bisa dijual dan dikonsumsi orang banyak. Tempat kumuh itu menjadi tempat singgah beliau tiap hari. Kemudian berjualan berkeliling kota agar bisa mendapat uang. Uang yg tidak seberapa itu dibuat beliau untuk menghidupi 4 orang anak dan suami yg kadang bekerja, kadang tidak. Tapi ternyata menjadi miskin tidak membuatnya berhenti untuk membantu orang lain, menafkahkan sebagian harta yang Allah amanahkan untuk orang yg membutuhkan….buktinya beliau mau membeli sebungkus ikan asin dari seorang pedagang yang anaknya sakit tipes dengan harga 10 ribu…..beliau memberikan saja uang yg beliau cari dengan peluh keringat dan tenaga itu untuk orang yang tidak pernah beliau kenal.

ya Rabb….dengan segala kelapangan yang hamba miliki dengan segala nikmat yg sudah hamba dapat dan rasakan, kesempatan hidup hari ini yang hamba dapatkan….sudahkan hamba menjadi orang yg bersyukur???

astaghfirullah Al Adzhim…..

kenapa harus saling menyakiti??

Kategori: curhat | Date post : 1 February 2005

Tepatnya baru kemarin aku mendapat tausiyah dari sebuah kajian muslimah onlen yg bertemakan “Indahnya persaudaraan Islam”, begitu banyak uraian hadist indah yang sering kudengar dan aku tidak pernah bosan mendengarnya berulang dan berulang……karena setiap baitnya bermakna sangat indah…

akan aku kutipkan sedikit kajian yg aku dengar itu ya….

Memenuhi hak sesama muslim dibagi menjadi 2, hak umum dan hak khusus.
Hak umum: Dikenal melalui hadist yg bersumber dr Abu Hurairah, Rasulullah berkata: “Hak muslim atas muslim lainnya ada 6: menjawab salam, menghadiri undangan, memberi nasehat, mendoakannya bila bersin, menjenguknya bila sakit, dan mengantarkan jenazahnya” (HR Muslim)

sedangkan yg meliputi hak khusus adalah :
- berinteraksi dlm segala hal Mestinya, saudara sesama muslim kita jadikan teman dlm meniti kehidupan beragama kita. Teman dalam suka dan duka, ada rasa saling memiliki dan memahami. Bahkan berusaha unk mementingkan urusan saudaranya dr urusannya sendiri sbg wujud pengorbanan tulus untuk membahagiakan saudaranya.
- menutup aib Aib saudara sesama muslim wajib disimpan demi menjaga kehormatannya. Ini akan terwujud jk ada kesadaran bahwa aib saudaranya seakan2 aibnya sendiri. Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yg lain, kecuali Allah menutupi keburukannya pada hari kiamat” (HR Muslim)

indah sekali bukan kutipan hadist diatas?????
aku membacanya berulang dan berulang dan setiapkali aku baca yang timbul adalah rasa cintaku pada Allah, Rosul dan saudara-saudaraku yang istiqamah dijalan Islam…

hingga hari ini…
ada seorang saudara yang aku percaya ternyata malah membicarakan ttg kejelekanku dibelakangku, sakit, kecewa, sedih dan berbagai ungkapan yg tidak bisa aku lukiskan ada dibenakku ketika mengetahui hal ini. Kenapa sebagai saudara dia tidak mengungkapkan ketidaksukaannya dihadapanku???? Apakah mungkin ada haknya sebagai saudara yg tidak aku penuhi???

aku salah apa???aku ga pernah menyakiti dia??lalu kenapa dia menyakiti hati aku??

“afwan…..” terucap dari lisannya begitu mudah…..mengalir begitu cepat menyelusuri rongga dadaku yang masih sesak.

kenapa kalimat itu harus diucapkan setelah luka itu hadir dihatiku ???
aku ini manusia biasa yang punya banyak kekurangan…..tidak mampukah dirimu menerima aku apaadanya??
tidak siapkah dirimu menerima segala kelemahan yg ada didalam diriku?pikirku…masih dengan menahan segala emosi yang meledak-ledak

tapi aku memutuskan diam….aku ambil air wudhu dan shalat….
aku cuma bisa menangis dan berdoa….semoga Allah mengampuni hamba yang tidak sempurna ini..mengampuni hamba yang dzholim ini, mengampuni mereka yang bersuudzhon dan memberikan limpahan nikmatNya pada mereka….

kenapa kita harus saling menyakiti???